Technology

Technology

IoT Gateway & Edge Computing

Teknologi IoT gateway dan edge computing untuk mengakuisisi, memproses, menormalisasi, dan meneruskan data dari perangkat industri menuju platform monitoring dan sistem digital.

Talk to Our Engineer
IoT Gateway & Edge Computing

Overview

Technology overview.

IoT gateway dan edge computing menjadi penghubung antara perangkat di lapangan dengan platform monitoring, server, maupun sistem digital lainnya. NDP menggunakan gateway dan edge device untuk mengakuisisi data dari sensor, meter, PLC, RTU, inverter, dan perangkat industri melalui berbagai interface dan protokol komunikasi. Data dapat diproses di sisi edge sebelum diteruskan melalui jaringan menggunakan MQTT, API, atau mekanisme integrasi lainnya. Pemrosesan di sisi edge dapat mencakup protocol conversion, data mapping, normalisasi, filtering, perhitungan nilai turunan, buffering, hingga penerapan logic tertentu sesuai kebutuhan sistem. Pendekatan ini memungkinkan fungsi penting tetap berada dekat dengan perangkat lapangan, mengurangi ketergantungan terhadap koneksi ke server, dan membangun aliran data yang lebih terstruktur dari field device menuju platform monitoring.

01

Data Acquisition at the Edge

IoT gateway menjadi titik akuisisi data antara perangkat lapangan dan sistem digital. Gateway dapat berkomunikasi dengan sensor, instrumentasi, meter, PLC, RTU, inverter, controller, maupun perangkat industri lainnya melalui interface dan protokol yang tersedia pada perangkat. Proses akuisisi dapat mencakup pembacaan register, polling perangkat, penerimaan data, digital maupun analog input, serta komunikasi melalui interface seperti RS-485 dan Ethernet. Pada perangkat berbasis Modbus, gateway dapat membaca register tertentu sesuai data map perangkat kemudian menerjemahkan nilai tersebut menjadi measurement yang dibutuhkan oleh sistem. Dengan menempatkan fungsi akuisisi di sisi edge, komunikasi dengan perangkat lapangan dapat dikelola secara lokal sebelum data diteruskan menuju server atau platform monitoring.

Data Acquisition at the Edge

02

Protocol Conversion & Data Normalization

Data dari perangkat industri tidak selalu memiliki format yang langsung dapat digunakan oleh platform monitoring. Perbedaan protokol, register map, tipe data, scaling, byte order, maupun struktur payload perlu ditangani pada integration layer. IoT gateway dapat melakukan protocol conversion dan mengubah data perangkat menjadi struktur yang lebih konsisten sebelum diteruskan ke sistem berikutnya. Sebagai contoh, nilai yang diperoleh dari register Modbus dapat dikonversi menjadi measurement seperti flow rate, pressure, energy, temperature, atau equipment status dengan unit dan format data yang sesuai. Normalisasi di sisi edge membantu memisahkan karakteristik komunikasi perangkat dari struktur data yang digunakan oleh monitoring, historian, API, maupun aplikasi lainnya.

Protocol Conversion & Data Normalization

03

Local Processing & Edge Logic

Edge device dapat menjalankan pemrosesan data secara lokal tanpa menunggu seluruh data dikirim ke server pusat. Pemrosesan tersebut dapat mencakup scaling, filtering, validasi, perhitungan nilai turunan, evaluasi threshold, perubahan status, maupun logic tertentu yang berkaitan dengan kondisi perangkat dan proses di lapangan. Pada kebutuhan tertentu, edge logic juga dapat berinteraksi dengan local I/O untuk menjalankan fungsi yang harus tetap tersedia meskipun koneksi menuju server sedang tidak tersedia. Penempatan logic di sisi edge harus dilakukan secara terkontrol dengan batas tanggung jawab yang jelas antara fungsi lokal, monitoring, dan control system.

Local Processing & Edge Logic

04

Store & Forward / Edge Buffering

Koneksi antara lokasi lapangan dan server tidak selalu tersedia secara terus-menerus, terutama pada sistem yang menggunakan jaringan seluler, VPN, atau konektivitas pada lokasi remote. Edge buffering dapat digunakan untuk menyimpan data sementara ketika koneksi upstream terganggu. Setelah komunikasi kembali tersedia, data yang tersimpan dapat diteruskan menuju server sesuai mekanisme store-and-forward yang dirancang. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko kehilangan data akibat gangguan komunikasi dan membuat proses akuisisi di lapangan tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan koneksi ke platform pusat. Kapasitas buffer, timestamp, urutan pengiriman, retry mechanism, serta penanganan duplicate data perlu dipertimbangkan agar proses recovery tetap menjaga konsistensi telemetry.

Store & Forward / Edge Buffering

05

Secure Connectivity to Central Platform

Setelah data diproses di sisi edge, gateway membutuhkan jalur komunikasi menuju platform monitoring, server, maupun sistem lainnya. Konektivitas dapat menggunakan Ethernet, Wi-Fi, jaringan seluler 4G/5G, maupun jaringan private sesuai kondisi lokasi. VPN dapat digunakan ketika dibutuhkan komunikasi antarjaringan melalui jalur yang terkontrol. Pada application dan telemetry layer, data dapat diteruskan menggunakan MQTT, API, OPC UA, maupun mekanisme integrasi lainnya sesuai arsitektur sistem. Desain konektivitas perlu mempertimbangkan segmentasi jaringan, authentication, transport security, firewall, serta pembatasan akses sehingga gateway tidak hanya berfungsi sebagai penghubung data tetapi tetap menjadi bagian dari arsitektur jaringan yang terkontrol.

Secure Connectivity to Central Platform

06

Edge-to-Platform Architecture

IoT gateway dan edge computing merupakan bagian dari arsitektur yang menghubungkan perangkat fisik dengan sistem digital. Aliran data dapat dirancang sebagai beberapa layer: FIELD DEVICE → DATA ACQUISITION → IoT GATEWAY / EDGE → PROCESS / NORMALIZE / BUFFER → NETWORK / TELEMETRY → MONITORING / HISTORIAN / API / ENTERPRISE Setiap layer memiliki tanggung jawab yang berbeda. Perangkat menghasilkan data, gateway mengakuisisi dan memproses data di sisi edge, jaringan membawa telemetry, sementara platform pusat menyediakan penyimpanan, monitoring, analisis, dan integrasi aplikasi. Pemisahan tersebut membantu sistem berkembang tanpa membuat perangkat lapangan bergantung langsung pada aplikasi di tingkat yang lebih tinggi. Dengan arsitektur edge-to-platform yang terstruktur, perangkat existing maupun teknologi baru dapat diintegrasikan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional.

Edge-to-Platform Architecture

Technology Integration

Need to integrate technology into your operation?

Discuss your devices, protocols, connectivity, existing infrastructure, data platforms, and integration requirements with our engineering team.

Talk to Our Engineer